Pengunjung

Rabu, 15 Februari 2012


Pendeta Biarkan Anaknya Kelaparan

Liputan6.com, Seoul: Seorang pendeta berusia 43 tahun dan istrinya ditahan karena membiarkan anak-anaknya kelaparan hingga tewas. Pasangan suami istri asal Seoul, Korea Selatan, itu sempat mencambuki para korban, dengan dalih untuk mengusir setan.
Jasad ketiga korban ditemukan membusuk di samping gereja di barat daya Pantai Boseong, Korsel. "Dari hasil otopsi, ketiga anak yang terdiri dari bocah perempuan berumur 10 tahun dan dua laki-laki masing-masing berusia delapan dan lima tahun, itu mengalami luka memar yang parah di seluruh tubuh mereka," kata juru bicara Kepolisian Provinsi Jeonnam.
Selain itu, katanya, di perut mereka terlihat kosong, tidak ada makanan. "Kami yakin bahwa anak-anak belum makan selama delapan hari hingga akhirnya meninggal," kata polisi.
Kedua tersangka mengatakan,  tindakan itu merupakan upaya penyembuhan atas pilek dan demam tinggi yang diderita sang anak. Mereka mengutip sebuah ayat dalam Alkitab, Amsal 23:13-14, yang berbunyi: "Kita harus bersikap keras terhadap anak. Untuk menyembuhi penyakit atau menyelamatkan mereka dari kematian, pukullah anak anda dengan rotan."
Sementara itu, anak keempat mereka yang baru berumur satu tahun diamankan polisi. Sang balita dalam keadaan sehat. (mysinchew/SHA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar